.welcome to my blog.CHEERSS:))

.assalamualaikum.
.salamb 3 jari dl att ash.\M/.hho.
.trserah kaliand zha akh.cm mo liat" blog dd' pha gmn judda.bebaskeund lakh.hhe.
.ttp semangatt lurd,!!.nuhund ash.

Selasa, 17 Maret 2009

buat para heavy metal mania

Jika selama ini ada anggapan musik cadas seperti heavy metal hanya membuat telinga tuli dan tak ada yang bisa dirasakan, kini sepertinya kita harus berpikir ulang.

Sebuah riset terbaru yang dilansir dari Sciencedaily, Minggu (08/04) menyebutkan, penggemar musik heavy metal ternyata lebih bisa meredam emosi negatif, dan lebih ekspresif, dan lebih bisa meluapkan kemarahannya.

Kajian lebih lanjut tentang selera musik dan perilaku para siswa ini kembali dilakukan oleh Stuart Cadwallader, dari Warwick University, yang meneliti sekitar 1.057 murid dari usia antara 11 dan 18 tahun, dan meneliti hubungan mereka dengan keluarga, perilaku di sekolah, bagaimana mereka menghabiskan waktu santai, musik kesukaan, dan jenis media yang mereka konsumsi.

"Selama ini selalu ada persepsi yang menyatakan murid yang cerdas dan memiliki intelijensi tinggi cenderung didominasi mereka yang suka musik klasik dan menghabiskan banyak waktu nuntuk membaca. Sementara mereka yang menyukai musik heavy metal jarang memiliki potensi akademis yang cukup baik. Namun, hasil survei yang kita lakukan, berbalik dengan persepsi tersebut," papar Cadwallader.

"Dalam survei, kami meneliti sebuah kelompok dengan rata-rata self-esteem (harga diri) yang lebih rendah cenderung memiliki sikap tak teratur. Dan untuk melepaskan ketegangan dan rasa rendah diri yang menganggu, musik beraliran heavy metal, menjadi pilihan mereka," tambah Cadwallader yang meneliti siswa dari National Academy.

Studi ini juga mengungkapkan, mereka yang menikmati musik heavy metal cenderung mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-teman mereka. Dan mereka menjadikan musik sebagai media 'keterbukaan' mereka.

Sebagian besar murd mengatakan mereka tidak mempertimbangkan untuk menjadi penganut Metal sejati tapi musik heavy metal memahami aspek spesifik kebudayaan pemuda saat ini. Dengan menggunakan musik yang keras dan agresif, mereka bisa keluar dan lepas dari rasa frustrasi dan kemarahan.

Walaupun siswa yang mengaku sebagai penggemar fanatik (lebih dikenal dengan sebutan metalheads dan headbangers) mengatakan musik metal selalu menemami mereka dalam setiap kegiatan, namun mereka lebih sering mendengarkan musik tersebut saat mood (suasana hati) mereka buruk.

"Mungkin tekanan yang selama ini dihadapi anak-anak berbakat namun rendah diri untuk sementara bisa terlupakan dengan bantuan musik. Dan tidak ada salahnya untuk mendengarkan musik heavy metal untuk membantu membebaskan mereka dari emosi negatif," kata Cadwallader yang menyebut banyak musisi aliran heavy metal juga memiliki tingkat intelijensi tinggi seperti vokalis Iron Maiden, Bruce Dickinson, yang selain sebagai musisi, juga berprofesi sebagai novelis dan pilot penerbangan komersial.

Heavy Metal Islam, Fenomena Baru di Kalangan Pemuda Timur Tengah

“Heavy Metal Islam”. Pasti banyak orang tertarik dengan judul buku yang unik ini. Tapi judul itu belum selesai. Karena masih berlanjut pada judul kecil di bawahnya yang bertuliskan, “Rock, Resistance, and the Struggle for the Soul of Islam.” Buku itu karya Profesor Mark Levin, salah seorang dosen ilmu sejarah di Universitas California-Irvine.

Menurutnya, tidak sedikit para pemuda Islam di Timur Tengah saat ini yang mulai gandrung pada aliran musik Heavy Metal. Dan itu menurut Levin merupakan sebuah ungkapan revolusi atas perasaan tertekan dan kondisi otoriter yang mereka alami. Untuk mengungkap bagaimana aliran Heavy Metal mulai merasuki pemuda Timur Tengah, situs Islamonline melakukan wawancara dengan Levin, si penulis buku. Berikut petikannya:

Ada sejumlah tokoh aliran Heavy Metal dari kalangan Islam. Apakah anda merasakan bahwa aliran musik itu tidak menghalangi mereka dari sosok muslim yang baik? Bagaimana mereka bisa memadukan antara musik beraliran keras dengan Islam?

Saya sudah berbicara dengan sejumlah pemuda seperti itu, dan mereka menyampaikan bahwa mereka tetap melakukan shalat Jum’at di masjid misalnya, selanjutnya mereka meneruskan panggung musik Black Metalnya selama empat jam berturut-turut. Di sini, di negara Barat, kita lihat Black Metal adalah salah satu aliran musik Metal yang mempunyai style musik yang unik karena memiliki kecepatan musik dan lengkingan suara dalam nyanyiannya. Di samping iringan drum dan ragam jenis gitar. Aliran musik ini dikenal juga dengan Satanic Metal. Di AS dan Skandinavia, aliran musik seperti ini sudah ada dan disebut sebagai aliran setan yang anti-agama dan anti-Kristen.

Tapi di Timur Tengah ada kelompok pemuda yang menyanyikan Satanic Lyric, meski tidak banyak. Kebanyakan mereka mengatakan, alasannya menyanyikan Black Metal cuma gaya saja. Mereka tidak menyanyikan Satanic Lyric nya, melainkan aliran musiknya saja.

Di sejumlah negara Arab, apakah ada penentangan terhadap musik Heavy Metal?

Ya, sejumlah orang yang mengaku komitmen dan kelompok Salafi selalu menolaknya. Bahkan, mereka bukan hanya menolak Heavy Metal tetapi menolak musik itu secara umum. Meskipun musik itu digunakan untuk kepentingan agama. Ada yang mengatakan itu adalah haram. Tapi perlu ditegaskan, kondisinya sudah berubah dalam sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 1997, pemerintah Mesir pernah melarang pertunjukan musik Metal untuk meredakan revolusi agama yang memang menentangnya. Presiden Mubarak merasa pada waktu itu, dia harus meredakan kaum agamis yang menentangnya.

Tapi setelah itu, sejumlah pemuda mulai cenderung pada aliran ini, meskipun mereka tetap berhati-hati dengan berbagai hal yang tidak sesuai dengan kondisi Mesir, terkait dengan masalah Zionisme atau tudingan menyerupai Barat. Sekarang, Heavy Metal bukan masalah di Timur Tengah. Pemerintah tidak terlalu memantau prilaku penduduknya karena orang-orang Mesir sekarang juga sudah berubah. Al-Ikhwan Al-Muslimun saat ini tengah sibuk dengan tekanan dari pemerintah, sehingga perhatian mereka terhadap masalah aliran musik dan group band Heavy Metal tidak terlalu tajam lagi.

Di Maroko, Partai Keadilan dan Pembangunan yang dikenal memiliki orientasi keIslaman masih menentang Heavy Metal. Tapi sejumlah partai agama lainnya tidak terlalu menentangnya karena pada umumnya, mereka sedang sibuk mengkaji dan mempermasalahkan soal demokratisasi di tempatnya.

Bisa Dikatakan bahwa Heavy Metal mulai tersebar di Timur Tengah?

Memang sudah menyebar. Tapi Heavy Metal di sana sudah kehilangan substansinya. Aliran itu muncul pertama di Inggris pada tahun ‘60 atau ‘70-an sebagai bentuk penolakan terhadap kaum muda yang kehilangan pekerjaan dan karena rekonstruksi perekonomian yang meninggalkan bisnis konvensional sehinga banyak tempat yang dilanda kemiskinan. Semua kondisi itu memunculkan kemarahan, dan itulah yang melatarbelakangi Heavy Metal.

Dalam cover buku Anda terpampang gambar perempuan yang berjilbab tapi memakai kaos bertuliskan Heavy Metal. Apa pesan yang ingin Anda sampaikan lewat gambar itu?

Sebagian orang menganggap jilbab itu sebagai ancaman. Saya ingin mengangkat pesan bahwa ketika Anda melihat perempuan berjilbab dengan kaos seperti ini, apa pendapat Anda? Anda pasti akan melihatnya berbeda. Ternyata dia menyukai Heavy Metal seperti Anda. Titik inilah yang ingin saya angkat dalam uraian buku saya pada bab “Mengapa mereka membenci kami?” Kaum Muslimin itu masing-masing berbeda. Kita di AS juga berbeda-beda ada yang beraliran partai Demokrat, ada yang Republik, yang satu sama lain saling berkompetisi. Kita tidak mungkin menyamaratakan pandangan terhadap Islam dan dunia Islam, karena ada ragam bentuk di sana.